Masalah Sosial di Jakarta

Oktober 9, 2009

       Jakarta, Kota yang selalu penuh dengan kesibukan setiap harinya. Di kota besar seperti Jakarta pasti selalu terdapat konflik-konflik dalam masyarakatnya, seperti politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun agama. Nah,yang sekarang akan saya bahas adalah masalah sosial di jakarta.

  • keadaan sulit

      Jakarta, kota yang merupakan ibukota Indonesia. Gedung-gedung tinggi, mobil-mobil, sampai kesesakan di jalan sangat sering ditemui di sini. Biarpun begitu, kota ini merupakan sumber mimpi masyarakat di Indonesia. Hampir semua orang dari daerah menginginkan untuk datang ke Jakarta dan mempunyai status ekonomi yang lebih baik. Mereka semua datang ke Jakarta tanpa bekal yang cukup. Padahal, Jakarta tidak menjanjikan kemajuan ekonomi bagi yang mendatanginya. Tetapi, tetap saja semua orang datang ke Jakarta dan rela bekerja menjadi apa saja. Tukang sapu, pemulung, pengemis, sampai PSK, semua dikerjakan hanya agar tetap hidup di Jakarta.

      Sebetulnya tidak terlalu masalah dengan hal-hal tersebut, tetapi, mereka sudah terlalu banyak. Nah, jumlah mereka yang terlalu banyak inilah yang membuat banyak masalah di Jakarta. Terlalu banyak pengemis di jalan-jalan ibukota. Terlalu banyak orang-orang yang mempunyai rumah di bantaran kali. Dan juga terlalu banyak orang yang menjadi copet, waria, sampai pelacur. Tidakkah masalah ini sangat merisaukan?

      Pengemis-pengemis yang berada di perempatan jalan selalu ada di Jakarta. Anak-anak yang membawa alat musik di tangannya, ibu-ibu yang membawa bayi dan mangkuk plastik serta bermuka memelas, juga bapak-bapak yang mempunyai luka menjijikkan di kakinya, semuanya adalah pengemis. Yang saya herankan,mengapa mereka mau jauh-jauh ke Jakarta cuma sekedar ingin mengemis??  apakah tidak ada pekerjaan yang lebih layak?

        Hal yang paling diperhatikan oleh Pemda DKI adalah rumah-rumah non permanen yang ada di sepanjang pinggiran kali. Yang biasanya terbuat dari kardus dan tripleks,kadang cuci baju juga menggunakan air sungai yang penuh dengan limbah,mereka memang patut dikasihani,tapi jika sudah tahu tidak mampu,mengapa masih nekat ingin bertahan di jakarta? mungkin kehidupan mereka di kampung akan jauh lebih baik dri Jakarta. Ini sudah menjadi dilema kota Jakarta.

       Hal yang juga menjadi masalah sehari-hari Jakarta adalah penodongan dan pencopetan. Ini disebabkan oleh Orang-orang yang datang ke Jakarta hanya berbekalkan mimpi tanpa usaha dan modal,ya sampai di Jakarta mereka tidak mendapat pekerjaan,ya mau tidak mau mereka mencopet dan menodong untuk bertahan hidup di Jakarta.

      Lain lagi dengan waria dan PSK yang banyak di Jakarta. Mereka tidak membuat keributan dan ketakutan di masyarakat. Namun setiap malam jalan-jalan protokol selalu dihiasi oleh mereka,dan memancing hasrat nafsu setiap lelaki yang lewat , apakah ini pantas? Ke Jakarta hanya untuk pekerjaan murahan seperti ini , membuat orang bergeleng-geleng kepala ketika melewati tempat tongkrongan mereka. Namun keadaannya sudah begitu,Jakarta sekarang seperti sudah amat biasa dengan kehadiran mereka.

Ini sangat ironis.

masalah ekonomi

      Masalah-masalah yang tersebut di atas hanya sekedar contoh kecil dari masalah sosial yang ada di Jakarta. Hal-hal ini sangat merisaukan masyarakat, biarpun ada juga yang menyukainya. Sebaiknya polisi lebih memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang ada. Dan juga, kita sebagai masyarakat yang baik, tidak mengikuti jejak-jejak mereka. Semoga Indonesia menjadi negara yang bersih dan makmur.

i_love_jakarta_

 

 

 

Sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=6185

Keris, Senjata Tradisional Asli Indonesia

Oktober 9, 2009

          Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, sudah seharusnya kita mencintai dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia. Hal ini sangat wajib, agar budaya yang kita miliki tidak direbut atau diklaim oleh Negara-negara lain seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Kita sebagai warga Indonesia harus bias menumbuhkan rasa cinta tanah air dan ikut melestarikan semua kebudayaan yang kita miliki. Dan salah satunya melalui tulisan ini,saya harap saya bisa ikut dalam upaya pelestarian budaya di Indonesia.Dan budaya Indonesia yang akan saya bahas sekarang adalah keris,senjata tradisional asal Pulau Jawa.

          Kebudayaan keris dapat ditemui di semua daerah bekas wilayah kekuasaan Majapahit,maka karena itulah keris disebut-sebut sebagai budaya nusantara. Keris tertua dibuat di Pulau Jawa sekitar abad ke 6 atau ke 7. Pada mulanya keris yang dibuat bentuknya masih sangat sederhana. Tetapi bahan yang digunakan an cara pembuatannya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan keris yang kita kenal sekarang.

keris

        Sesuai dengan perkembangan budaya masyarakatnya,bentuk bilah keris juga mengikuti kemajuan zaman. Pada awalnya bentuk keris masih relative gemuk,pendek dan tebal, namun sekarang makin berjalannya waktu bilah keris menjadi lebih tipis,langsing,panjang dan menjadi semakin indah. Ricikan atau komponen keris yang semula hanya berupa gandik,pejetan,dan sogokan, dari zaman ke zaman bertambah menjadi beragam macam seperti kembang kacang, lambe gajah, jalen,jalu memet , lislisan, ada-ada, janur, greneng , tingil, pundak sategal, dan sebagainya.

        Meskipun dari segi bentuk dan pemilihan bahan baku, keris selalui mengalami perkembangan, pola pokok cara pembuatannya hampir tidak pernah berubah. Pada dasarnya, pola pokok proses pembuatan keris: membersihkan logam bahan besi yang akan digunakan, mempersatukan besi dan pamor, dan kemudian memberinya bentuk sehingga disebut keris.

        Pada zaman sekarang pembuatan keris masih tetap dilakukan secara tradisional di daerah Yogyakarta, Surakarta, Madura, Luwu (Sulawesi Tenggara), Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), Kelantan (Malaysia), dan Bandar Sri Begawan (Brunai Darussalam). Pembuatan keris masa kini masih tetap menggunakan kaidah-kaidah lama. Beberapa di antar para empu dan pandai keris itu bahkan masih tetap membaca mantera dan doa, serta melakukan puasa selama masa pembuatan kerisnya.
Karena budaya keris ini tersebar luas di seluruh Nusantara, Benda ini mempunyai banyak nama padanan. Di pulau Bali keris disebut kedutan. Di Sulawesi, selain menyebut keris, orang juga menamakannya selle atau tappi. Di Filipina, keris dinamakan sundang. Di beberapa daerah benda itu disebut kerih, karieh, atau kres. Demikian pula bagian-bagian kelengkapan keris juga banyak mempunyai padanan.Walaupun demikian bentuk keris buatan daerah mana pun masih tetap memiliki bentuk yang serupa. Dan, juga bentuk bagian-bagiannya pun tidak jauh berbeda.

keris patih

 

 

Sumber : http://kerisindonesia.blogspot.com/2006/02/keris-budaya-nusantara.html