Keris, Senjata Tradisional Asli Indonesia

          Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, sudah seharusnya kita mencintai dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia. Hal ini sangat wajib, agar budaya yang kita miliki tidak direbut atau diklaim oleh Negara-negara lain seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Kita sebagai warga Indonesia harus bias menumbuhkan rasa cinta tanah air dan ikut melestarikan semua kebudayaan yang kita miliki. Dan salah satunya melalui tulisan ini,saya harap saya bisa ikut dalam upaya pelestarian budaya di Indonesia.Dan budaya Indonesia yang akan saya bahas sekarang adalah keris,senjata tradisional asal Pulau Jawa.

          Kebudayaan keris dapat ditemui di semua daerah bekas wilayah kekuasaan Majapahit,maka karena itulah keris disebut-sebut sebagai budaya nusantara. Keris tertua dibuat di Pulau Jawa sekitar abad ke 6 atau ke 7. Pada mulanya keris yang dibuat bentuknya masih sangat sederhana. Tetapi bahan yang digunakan an cara pembuatannya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan keris yang kita kenal sekarang.

keris

        Sesuai dengan perkembangan budaya masyarakatnya,bentuk bilah keris juga mengikuti kemajuan zaman. Pada awalnya bentuk keris masih relative gemuk,pendek dan tebal, namun sekarang makin berjalannya waktu bilah keris menjadi lebih tipis,langsing,panjang dan menjadi semakin indah. Ricikan atau komponen keris yang semula hanya berupa gandik,pejetan,dan sogokan, dari zaman ke zaman bertambah menjadi beragam macam seperti kembang kacang, lambe gajah, jalen,jalu memet , lislisan, ada-ada, janur, greneng , tingil, pundak sategal, dan sebagainya.

        Meskipun dari segi bentuk dan pemilihan bahan baku, keris selalui mengalami perkembangan, pola pokok cara pembuatannya hampir tidak pernah berubah. Pada dasarnya, pola pokok proses pembuatan keris: membersihkan logam bahan besi yang akan digunakan, mempersatukan besi dan pamor, dan kemudian memberinya bentuk sehingga disebut keris.

        Pada zaman sekarang pembuatan keris masih tetap dilakukan secara tradisional di daerah Yogyakarta, Surakarta, Madura, Luwu (Sulawesi Tenggara), Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), Kelantan (Malaysia), dan Bandar Sri Begawan (Brunai Darussalam). Pembuatan keris masa kini masih tetap menggunakan kaidah-kaidah lama. Beberapa di antar para empu dan pandai keris itu bahkan masih tetap membaca mantera dan doa, serta melakukan puasa selama masa pembuatan kerisnya.
Karena budaya keris ini tersebar luas di seluruh Nusantara, Benda ini mempunyai banyak nama padanan. Di pulau Bali keris disebut kedutan. Di Sulawesi, selain menyebut keris, orang juga menamakannya selle atau tappi. Di Filipina, keris dinamakan sundang. Di beberapa daerah benda itu disebut kerih, karieh, atau kres. Demikian pula bagian-bagian kelengkapan keris juga banyak mempunyai padanan.Walaupun demikian bentuk keris buatan daerah mana pun masih tetap memiliki bentuk yang serupa. Dan, juga bentuk bagian-bagiannya pun tidak jauh berbeda.

keris patih

 

 

Sumber : http://kerisindonesia.blogspot.com/2006/02/keris-budaya-nusantara.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: